BERITA UTAMA

Termasuk Sukabumi, Lokasi Pemantauan Hilal dan Jadwal Sidang Isbat

×

Termasuk Sukabumi, Lokasi Pemantauan Hilal dan Jadwal Sidang Isbat

Sebarkan artikel ini
Petugas falakiyah melakukan ru'yatul hilal
Petugas falakiyah melakukan ru'yatul hilal untuk menentukan awal bulan ramadan 1443 Hijriah menggunakan teropong di Masjid Al-Musyari'in, Basmol, Kembangan, Jakarta, Jumat (1/4/2022). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JAKARTA — Termasuk Sukabumi, berikut jadwal sidang isbat yang akan digelar pemerintah untuk menentukan awal Ramadan 2025. Sidang isbat penentuan awal Ramadan 1446 Hijriah pada Jumat, hari ini 28 Februari 2025.

Pemantauan hilal hari ini akan dilaksanakan di Auditorium Haji Mohammad Rasjidi Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Thamrin, Jakarta Pusat.

Bank bjb Tandamata

Ada tiga rangkaian kegiatan selama sidang isbat.

1. Pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi.

2. Verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.

3. Musyawarah dan pengambilan keputusan yang akan diumumkan kepada publik.

Pergerakan hilal akan dipantau pada 125 titik yang tersebar di seluruh Indonesia demi mengesahkan awal bulan Ramadan 1446 H. Menurut data hisab awal Ramadan 1446 H, ijtimak perkiraannya terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB.

Kemudian di hari yang sama, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk antara 3° 5,91′ hingga 4° 40,96′. Dengan sudut elongasi antara 4° 47,03′ hingga 6° 24,14′.

Menurut Ditjen Bimas Islam Kemenag, Arsad Hidayat, dengan kriteria tersebut, terdapat indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat. Data hisab ini akan dikonfirmasi melaluiPemantauan hilal dilakukan pada 125 titik yang tersebar di seluruh Indonesia untuk menentukan awal bulan Ramadan.

Berdasarkan data hisab awal Ramadan 1446 H, diprediksi bahwa ijtimak akan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB.

Pada hari yang sama, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia telah mencapai di atas ufuk antara 3° 5,91′ hingga 4° 40,96′, dengan sudut elongasi antara 4° 47,03′ hingga 6° 24,14′.

Menurut Ditjen Bimas Islam Kemenag, Arsad Hidayat, berdasarkan kriteria tersebut, secara astronomi terdapat indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat. Data hisab ini nantinya akan dipastikan melalui proses rukyatul hilal.