“Cobalah berhenti sejenak, melihat keadaan sekitar. Kita bisa mencari nafkah dari sektor lain yang lebih ramah lingkungan. Kalau tetap memaksakan diri, maka siap-siap menanggung semua resikonya, termasuk murkanya alam dan proses hukum,” kata Taofik.
Sebagai penutup, Taofik berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran dan momentum introspeksi bagi semua pihak, baik pemerintah, perusahaan tambang, maupun masyarakat.
“Sudah saatnya kita berbenah. Kita ingin alam tetap bersahabat dan menjadi tempat kehidupan yang layak bagi anak cucu kita kelak,” pungkasnya. (ndi/d)






