Tambang Emas Ilegal di Surade Ditolak Warga, APRI Minta Keukeuh Beroperasi

Ratusan warga saat audensi dengan APRI soal rencana pelaksanaan kegiatan pemetaan titik lokasi tambang emas rakyat di lokasi Silewang, Tegal Ater tepatnya di kawasan pepadan Pantai Minajaya, Rabu (21/10).

Sementara itu, Ketua DPC APRI Kabupaten Sukabumi, Cecep Taryana mengatakan, berdasarkan laporan dari Collective Responsible Mining (CRM) di lokasi tersebut, perkumpulan di saat ini merupakan tahapan sosialisasi terkait rencana pemetaan titik lokasi tambang emas rakyat.

“Agar lebih kondusif, makanya mengundang masyarakat lain. Diantaranya nelayan dan penyadap untuk diberikan informasi bahwa disini akan ada aktivitas tambang,” katanya.

Bacaan Lainnya

Saat melakukan sosialisasi, warga dari nelayan dan penyadap banyak yang tidak memahami sehingga menolak rencana aktivitas tambang emas rakyat di lokasi itu. Karena dinilai merusak lingkungan.

“Ini kan pemahaman sepihak. Karena ini kan berbicaranya cari nafkah atau profesi yang ada di masyarakat. Jadi, kita itu belum melakukan kegiatan tambang karena baru sebatas persiapan-persiapan. Karena nantinya akan ada sosialisasi lebih lanjut,” bebernya.

Kini penambang emas rakyat di wilayah tersebut, merasa termarjinalkan karena dianggap pekerjaan kriminal dan beterntangan dengan aturan. Hal ini, merupakan sebuah perjuangan para penambang, karena selama ini mendapatkan stigma buruk.

“Makanya, sekarang para penambang emas di wilayah itu, kucing-kucingan dengan pemerintah setempat. Kalau semisal Muspika menolak aktivitas tambang emas itu dengan alasan warga yang menolaknya.

Makanya, saya berharap kepada Muspika Surade agar membuatkan surat penolakan terhadap APRI dengan dasar dan aturan hukum yang jelas,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan