BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Sungai Cikaso Tercemar Asam Sulfat, DLH Kabupaten Sukabumi Langsung Lakukan ini

×

Sungai Cikaso Tercemar Asam Sulfat, DLH Kabupaten Sukabumi Langsung Lakukan ini

Sebarkan artikel ini
Tercemar
PROTES : Sejumlah warga pada saat melakukan mediasi di PT Clariant Asorbents Indonesia di Kampung Sirnahurip, RT (25/06) Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi.

Lebih lanjut Hendria menjelaskan, 300 warga yang melakukan aksi demonstrasi ini, berasal dari kampung yang lokasinya tidak jauh dengan lokasi PT Clariant Asorbents Indonesia. Yakni warrga Kampung Sirnahurip, Cadas Ngampar dan Kampung Bantarsari, Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong. Sementara, warga yang melakukan demo yang berasal dari Kecamatan Jampangtengah, Desa Bantarpanjang berasal dari Kampung Bantrpanjang, Pamyumputan dan Kampung Ciomas. “Akibat dari pencemaran limbah dari perusahaan yang mengalir ke sungai itu, dampaknya banyak ikan-ikan yang pada mati,” bebernya.

Bank bjb Tandamata

Bukan hanya itu, ujar Hendria, kini para petani pun tengah dihatui rasa was-was. Pasalnya, saluran air dari sungai Cikaso teresbut, merupakan salah satu aliran sungai untuk mengairi hektaran lahan pertanian padi. Sehingga, mereka merasa khawatir, lahan pesawawahnnya terncam gagal panen setelah aliran sungainya tercemari oleh limbah perusahaan tersebut.

“Iya, kami menduga lahan pesawahan disini pasti gagal panen, soalnya sungai itu diambil warga buat ke sawah dan dipakai mandi warga juga. Iya, kalau lama kelamaan warga menggunakan air yang tercemar limbah perusahaan ini, maka dapat dipastikan bisa rontok jika kena rambut. Makanya, setelah tercemar sungai itu kini sudah tidak bisa digunakan lagi oleh warga, baik untuk mandi ataupun keperluan lainnya,” tandasnya.

Sebab itu, ratusan warga yang terdampak dari pencemaran limbah tersebut, melakukan aksi demonstrasi ke lokasi perusahaan PT Clariant Asorbents Indonesia untuk menuntut ganti rugi terkait aktivitas pengolahan limbahnya yang telah mencemari sungai Cikaso.

“Iya, warga disini meminta atau menuntut ganti rugi kepada pihak perusahaan. Karena pasti gagal panen untuk sawah para petani. Selain itu, warga juga meminta ganti air bersih untuk setiap kampung yang terdampak limbah tersebut. Nah, sekarang juga pada pukul 13.20 WIB masih berlangsung mediasinya di aula Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong disertai oleh petugas DLH, aparatur desa dan perusahaan serta perwakilan warga yang terdampak,” timpalnya.