“Kabar baik bagi saya yang setiap hari melintas ke Cicurug. Sudah bosan macet-macetan. Setidaknya, dengan selesainya Tol Cigombong-Cibadak dapat mengurangi kemacetan yang setiap hari saya alami,” ungkapnya penuh rasa syukur saat ditanyai Radar Sukabumi, Minggu (28/2).
Ikhsan mengakui, saat ini perjalanan dari Cisaat hingga Cicurug bisa mencapai 2,5 jam. Bahkan jika kemacetan parah tejadi, waktu tempuh tidak bisa diprediksi. Namun jika ruas Tol Bocimi seksi II selesai, dirinya memperkirakan paling lama satu jam telah sampai ke Cicurug.
“Kalau sekarang waktu tempuh dari rumah ke Cicurug tidak bisa diprediksi. Tapi paling sebentar itu 2 jam lah. Itu pun saya harus berangkat pagi sekali atau berangkat setelah jam pabrik masuk. Mudah-mudahan dengan adanya tol itu, akan semakin mengurangi waktu tempuh,” harapnya.
Hal senada disampaikan Reza, pengendara roda empat yang kerap mengangkut barang dari Sukabumi ke Bogor. Dirinya mengakui, dengan selesainya ruas Tol Bocimi Cigombong-Cibadak merupakan kabar baik baginya. Karena memang, hal itu berkaitan dengan kondisi perekonomiannya.
“Jelas saya senang dapat kabar itu. Sekarang bayangkan saja, dengan kemacetan kerugian saya ada dua. Pertama waktu dan kedua bahan bakar, karena kondisi macet itu amat berdampak pada konsumsi BBM. Tentunya, kalau tol sampai Cibadak saya akan dengan cepat menuju ke Bogor,” pungkasnya.
Sebelumnya, informasi terkait progres pembangunan Tol Bocimi seksi II disampaikan akun Badan Pengatur Jalan Tol @bpjt_info dimana progresnya telah mencapai 75 persen.






