“Ya, petugas piket SPKT Polsek Cisolok awalnya mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya kumpulan anak sekolah yang nongkrong dan diduga akan melakukan tawuran, ” jelas Kasi Humas Polres Sukabumi, IPDA Aah Saepul Rohman.
Atas informasi tersebut, petugas piket langsung mendatangi lokasi dan benar terdapat kumpulan anak sekolah. Bahkan, ada satu unit kendaraan truk mengalami lecet yang diduga terkena lemparan batu pada saat melintas di lokasi.
Untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, akhirnya polisi dibantu warga membawa para pelajar dan kendaraannya ke kantor Polsek Cisolok. “Kami panggil para orang tuanya kemudian para pelajar dibawa oleh orang tuanya masing-masing,” tambahnya.
Sedangkan sehari sebelumnya, dua pelajar dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di salah Kecamatan Sagaranten, terlibat perkelahian dengan salah satu pelajar SMK di wilayah Kecamatan Cisaat. Aibat duel tersebut, satu pelajar diantaranya harus rela terkapar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi lantaran terkena sabetan senjata tajam.
Kapolsek Sagaranten, Iptu Aap Syarifudin kepada Radar Sukabumi mengatakan, peristiwa duel antar pelajar SMK itu terjadi pada Jumat (3/12) sore. “Iya, kejadiannya sekira pukul 17.30 WIB. Sementara korban yang dibawa rumah sakit itu karena terlukan setelah dibacok menggunakan senjata tajam jenis Celurit,” tambahnya. (bam/dem/ris/e)






