Sukabumi Gelar Kontes Cupang Terbuka Desember

  • Whatsapp
Ikan hias cupang jenis Halfmoon Plakat Koi milik anggota Komunitas Cupang Sukabumi.

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Ikan hias cupang kini menjadi salah satu tren teranyar di tengah pandemi Covid-19. Mengingat tingginya animo para hobbies atau pecinta ikan cupang, Komunitas Cupang Sukabumi menggelar Kontes Lokal Open.

Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Komunitas Cupang Sukabumi Harry Mulyana. “Insya Allah kami dari Komunitas Cupang Sukabumi akan menggelar Kontes Lokal Open bulan Desember nanti,” kata Harry kepada Radar Sukabumi, Jumat (20/11/2020).

Bacaan Lainnya

Harry menjelaskan, kontes cupang terbuka tersebut digelar di Villa Azzahra, Jalan Raya Rambay, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi selama dua hari, yakni 12 hingga 13 Desember mendatang. Dalam kontes ini pihaknya mendatangkan juri yang sudah berpengalaman di dunia ikan cupang yakni Edi Sudrajat dari Jakarta.

“Kontes ini rencana akan diikuti oleh pemain ikan cupang yang berasal dari Sukabumi sendiri, lalu Cianjur, Bogor hingga Jakarta bisa ikut. Rencana ada lebih dari 400 ikan yang akan ikut. Dan kegiatan kami ini sudah mendapatkan izin serta menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” ujar Harry.

Soal peserta, imbuh Harry, biasanya ada yang bersifat perorangan atau tim. Satu orang umumnya mengikutkan tiga ekor ikan cupang, berbeda dengan tim yang bisa lebih dari 20 ikan.

“Biasanya yang ikutkan banyak ikan tujuan untuk menggelar gelar juara umum. Syaratnya harus ikan yang diikutkan harus menang di banyak kelas,” papar Harry.

Kelas yang dimaksud terdiri dari lima, yakni Plakat, Halfmoon, Crowntail, Giant hingga Baby. Setiap kelas memiliki sub-sub tersendiri lagi berdasarkan form ikan tersebut seperti koi, dragon, dasar gelap, dasar terang, marble/fancy dan lainnya. Adapun biaya pendaftarannya adalah Rp50 ribu per ikan.

“Jadi maksud dari diselenggarakannya kontes ini intinya biar dunia percupangan bisa terus berjalan dan maju. Lalu Sukabumi bisa terus meningkat kualitas ikan cupang dari segi warna, maupun form-form ikannya,” ujar Harry.

Dalam kontes ini, Komunitas Cupang Sukabumi menyediakan 92 piala beserta uang pembinaan. Rinciannya, ada 30 kelas dengan masing-masing juara 1, 2 dan 3 serta dua gelar tambahan yaitu satu gelar Grand Champion dan satu gelar juara umum.

Lebih lanjut, Harry menyebutkan bahwa dalam kontes ini nantinya akan diikuti oleh ikan cupang yang sedang naik pamornya di pasaran. Semisal Blue Rim, Halfmoon, Avatar hingga Galaxy. Kontes ini nantinya akan menjadi tolok ukur nilai jual ikan hias cupang tersebut.

“Sekarang kan kontes yang mengacu standar SNI, yang paling dinilai itu form bentukan ekor, siripnya, dan segala macam, termasuk tubuh dan tingkat mental ikannya. Semua dinilai. Ya saat ini yang paling mahal adalah Blue Rim. Tapi masing-masing orang punya selera,” beber dia.

Sementara itu, berbicara soal bisnis, Harry mengungkapkan bahwa bisnis menjadi breeder atau peternak ikan cupang dan reseller di tengah pandemi cukup menjanjikan. Soal omzet, dikatakannya bisa mencapai Rp10 juta per pekan.

“Ya Alhamdulillah ikan cupang ini jadi tren di tengah pandemi. Jadi ada anggota kami, omzetnya selama seminggu itu bisa Rp10 juta. Kenapa bisa? Karena ikan cupang ini punya daya tarik dan nilai plus tersendiri karena perawatannya cukup simpel, gak butuh bujet banyak, daya tahan tubuhnya kuat, gak ribet dan gak rewel,” paparnya.

Harry pun berharpa kontes yang akan diselenggarakan nanti bisa kian mendongkrak nama Sukabumi sebagai daerah penghasil ikan terbaik di Indonesia. Diketahui bahwa saat ini ikan Koi dan ikan konsumsi asal Sukabumi terkenal kualitasnya yang bagus dan nilai yang sangat kompetitif. Semangat inipun ingin ditularkan oleh Komunitas Cupang Sukabumi pada ikan cupang.

“Semoga dunia ikan cupang di Indonesia bisa maju, khususnya di Sukabumi bisa terus berkembang dan ke depan bisa menghasilkan ikan-ikan terbaik asal Sukabumi. Kami harapkan ikan cupang juga bisa menguatkan citra Sukabumi tersebut,” pungkasnya. (izo/rs)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *