Sukabumi Dikepung Garis Gempa

  • Whatsapp
Infografis gempa bumi di Sukabumi. Desain: Radar Sukabumi

“Kami memonitor aktivitas kegempaan dengan seismograph serta dengan alat precursor. Yaitu, alat deteksi gas radon. Jadi ketika ada retakan sebelum gempa besar, maka akan ada intensitas emisi gas radon, walaupun kami belum menemukan kapan terjadinya gempa akan terjadi,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengaku pihaknya telah melakukan berbagai upaya mitigasi ataupun simulasi bencana. Baik itu banjir, longsor dan pergerakan tanah, tsunami, gempa bumi hingga bencana kekeringan.

Bacaan Lainnya

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam hal ini BPBD sudah memberikan arahan kepada masyarakat melalui kepala desa dalam bentuk pelatihan-pelatih, termasuk merencanakan membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) khusus dalam penanggulangan bencana-bencana di Kabupaten Sukabumi,” terangnya kepada Radar Sukabumi, Kamis (21/1).

Salah satu program mitigasi bencana yang telah dilakukan adalah membentuk desa tangguh bencana. Di mana, BPBD sudah berhasil membentuk desa tangguh bencana sebanyak 38 desa dari 381 desa di Kabupaten Sukabumi. Pengembangan desa tangguh bencana ini sangat penting dilakukan untuk mengurangi risiko bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. Tak hanya itu, masyarakat juga harus dapat mengenali potensi bencana alam.

Apalagi, hampir semua potensi bencana alam dapat terjadi di Kabupaten Sukabumi. Seperti, gempa bumi, longsor, pergerakan tanah, puting beliung, banjir, tsunami dan potensi bencana alam lainnya. Dengan adanya desa siaga bencana ini, masyarakat bisa memahami dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

“Mengingat hal ini, masyarakat tentunya harus dapat waspada terhadap potensi bencana yang ada. Selain itu, juga harus cepat tanggap ketika terjadi tanda-tanda bencana alam seperti pergerakan tanah maupun bencana lainnya agar segera melaporkan kepada petugas atau pemerintah setempat,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Daeng, mitigasi itu intinya bagaimana kita mempersiapkan fisik. Artinya, fisik itu infrastruktur, peralatan dan sebagainya. Yang kedua memberikan penyadaran kepada masyarakat.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *