PURABAYA – Hujan deras yang mengguyur Sukabumi mengakibatkan longsor pada tembok penahan tanah (TPT) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Purabaya, Desa/Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi pada Minggu (6/12/2020). Walhasil terjadi retakan dan puing TPT pada bangunan sekolah yang terletak di Jalan Raya Purabaya – Jembatan Hideung.
Camat Purabaya, Nunung Nurhayati mengatakan, bangunan SDN 2 Purabaya terancam tergerus longsor, setelah bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada di samping ruas jalan raya tersebut, ambruk sepanjang delapan meter dengan ketinggian lima meter.
“Kalau kejadian TPT itu, ambruk sudah ada sekitar dua bulan terakhir. Ini terjadi saat wilayah tersebut diguyur hujan deras,” kata Nunung kepada Radar Sukabumi, Minggu (06/12).
Apabila tidak segera diperbaiki pada bangunan TPT tersebut, sambung Nunung, maka selain mengancam bangunan sekolah yang lokasinya berada di atas TPT itu, terancam, juga dikhawatirkan terjadi bencana susulan. Sehingga material longsoran menutupi badan jalan. Terlebih lagi, saat ini tengah memasuki intensitas curah hujan yang tinggi. “Iya, hari ini juga terdapat satu bangunan lokal kelas yang kondisi sudah banyak yang retak-retak,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya terus memberikan himbauan kepada warga dan pengguna lalu lintas agar berhati-hati saat melintasi ruas jalan raya tersebut.
“Kejadian longsor di sekolah itu, bukan pertama kalinya terjadi. Sepanjang 2020 ini, sudah terjadi lebih dari dua kali. Namun kejadian longsor sekarang lebih besar. Kalau kejadjan longsor sebelumnya, TPT yang ambruknyaitu sudah kembali dibangun menggunakan dana BOS. Namun, untuk kejadian longsor sekarang dinilai tidak mungkin. Karena membutuhkan anggaran sangat besar. Iya, ada sekitar Rp50 juta,” imbuhnya.
Pihaknya mengaku, sudah berulang kali meminta bantuan kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, untuk memperbaiki TPT ambruk tersebut. Namun, hingga saat ini TPT yang ambruk itu, belum juga dibangun. “Kita sudah meminta kepada BPBD berupa bronjong. Tapi, katanya tidak ada. Setelah itu, kita susun betita acara dan kebutuhan materialnya dan dilaporkan kepada Pak Pjs Bupati Sukabumi. Tapi belum ada juga bantuan,” paparnya.
Untuk itu, ia berharap pemerintah bukan hanya mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19 saja. Tetapi juga bisa menanagani soal kebencanaan. Salah satunya memperhatikan daerah yang masuk pada zona rawan bencana alam.
“Dari 47 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi ini, satu diantaranya wilayah Kecamatan Purabaya merupakan daerah rawan bencana. Hampir setiap musin hujan, daerah kecamatan ini pasti ada bencana alam,” pungkasnya. (Den)




