Status Umuh Dicabut

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar bisa bernafas lega karena sanksi larangan beraktivitas di lingkungan sepak bola selama enam bulan dan denda Rp 50 juta terhitung sejak 8 November 2017 lalu telah dicabut oleh PSSI.

Terbebasnya Umuh dari hukuman tertuang dalam surat keputusan bernomor SKEP/02/I-2018 tentang peninjauan kembali hukuman Komisi Banding PSSI Nomor 13/KEP/KB/LIGA/IXI-2017 hukuman Umuh Muchtar. Surat keputusan tersebut dikeluarkan PSSI pada tanggal 15 Januari 2018, karena itu Umuh bisa kembali beraktivitas di sepak bola seperti biasa sejak dikeluarkannya surat tersebut. “Alhamdulillah saya akhirnya bebas dari sanksi.

Bacaan Lainnya

Mungkin ada laporan keliru atau bagaimana, saya juga tidak mengerti. Mudah-mudahan saja ini jalan terbaik dan suatu pelajaran juga buat saya nanti. Saya harus lebih berhati-hati lagi kalau di lapangan,” ucap Umuh seperti dikutip bo;a.com, rabu(17/1).

Umuh mengungkapkan setelah sanksi dari PSSI dicabut, ia kembali akan beraktivitas seperti biasa bersama Persib di setiap laga dimana berdasarkan regulasi manajer harus berada di bench dan bisa memberikan motivasi kembali kepada seluruh pemain. “Begitu ada keputusan bebas, para pemain pun senang dan kami makan malam bersama. Saya pun memberikan pengarahan dan seperti biasa saya memberikan bonus kepada pemain jika menang di setiap pertandingan,” jelas pendiri PT PBB (Persib Bandung Bermartabat) ini.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menghukum Umuh karena dianggap memprovokasi pemain Maung Bandung mogok pertandingan dalam duel Persija Jakarta di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (3/11/2017).
Dalam surat bernomor 121/L1/SK/KD-PSSI/XI/2017, Umuh mendapatkan sanksi larangan beraktivitas dalam sepak bola di lingkungan PSSI selama enam bulan ke depan. Tak hanya itu, Umuh juga harus membayar denda sebesar Rp 50 juta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *