Selain akibat rusaknya jalan di perlintasan kereta api, juga karena banyaknya masuk-ke luar kendaraan dari persimpangan. Baik itu persimpangan tiga Cibadak maupun persimpangan jalan alternatif Nagrak, Desa Karngtengah.
“Banyak yang berlibur. Sehingga volum kendaraan meningkat. Untuk jalur ini sih sebetulnya, mau akhir pekan atau bukan tetap aja macet. Ya itu tadi, rusaknya perlintasan kereta api dan banyaknya kendaraan yang keluar-masuk simpangan,” pungkasnya.
Sementara itu, sopir angkot jurusan Cibadak-Cicurug menyebutkan, kepadatan kendaraan di jalur ini akibat adanya sebuah truk pengangkut teh yang mengalami kecelakaan.
Sehingga akibat kejadian itu, arus lalu lintas terganggu lantaran badan truk memakan badan jalan. “Biasanya sih kalau akhir pekan hanya padat saja, tapi sekarang karena ada yang celaka, jadinya macet. Lumayan panjang juga,” timpal Komar (39).
Menurut Komar, akibat tersendatnya arus lalu lintas ini, selaku pekerja angkutan tentu sangat merugikan dirinya. Pasalnya, pendapatan ia hari itu menurun drastis.
“Ya pasti, ini berdampak pada pendapatan. Sangat jauh dari biasanya akibat kemacetan ini,” pungkasnya mengeluh.






