Sementara itu, Apud membenarkan terkait bantuan yang diterimanya dari Baznas Kabupaten Sukabumi. Ia mengklaim dalam satu bulan, bantuan yang diterimanya sebesar Rp200.000. Sayangnya bantuan tersebut saat ini sudah tidak ada. “Terakhir dapat bantuan dari Baznas itu pada Januari 2019 lalu. Sejak itu hingga sekarang sudah tidak lagi,” akunya.
Sebab itu, ia saat ini mengalami kesulitan untuk mengobati anak keduanya tersebut lantaran keterbatasan ekonomi. Sedangkan setiap tiga minggu sekali harus dilakukan cuci darah ke rumah sakit.
“Kami sudah kebingungan mau bagaimana lagi karena biaya sekali berobat lumayan besar. Kami harap, anak saya bisa diobati di RS Hasan Sadikin Bandung agar bisa sehat kembali,” harapnya.
Seperti diketahui, Nasrullah sudah hampir dua tahun menderita penyakit kelainan darah atau thalassemia. Demi bisa bertahan, ia harus melakukan pengobatan secara continue di rumah sakit agar menambah darah setiap bulannya.
“Dua tahun terakhir ini, baru ada reaksi yang dirasakan anak saya. Dan saat diperiksa, doketer menyebutkan anak saya ini mengidap penyakit thalassemia sehingga setiap bulannya harus ditambah darah,” katanya.
Meski dalam pengobatan ia menggunakan BPJS, namun untuk transportasi dan biaya operasional setiap menjalani perawatan ke rumah sakit harus ditanggung sendiri. Padahal, Apud hanya bekerja sebagai serabutan dan petani. Sedangkan Erna, hanya sebagai ibu rumah tangga.
“BPJS ini juga bukan dari pemerintah, setiap bulannya bayar sendiri. Saat ini, hampir setiap dua minggu sekali anak kami menjalani transfusi darah ke RS Syamsudin Kota Sukabumi,” tuturnya.
Kendati berpenghasilan tak menentu, tetapi keduanya tidak pernah mengeluh menghadapi cobaan yang menimpa keluarganya tersebut. “Ini mungkin sudah takdir yang harus kami lalui. Mau bagaimana lagi. Kami tetap harus menjalaninya,” pungkasnya. (bam/d)






