Rial juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah bersama wali murid berencana melakukan pembongkaran mandiri secara gotong royong dalam waktu dekat. Ia berharap ada perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah pedesaan.
“Gedung sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga simbol keamanan dan kenyamanan bagi siswa dan tenaga pendidik,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi terkait rencana perbaikan atau pembangunan kembali gedung yang ambruk tersebut.(ndi/d)




