Seren Tahun Cipta Mulya ‘Mendunia’

“Seren tahun di Kasepuhan Cipta Mulya ini untuk mensyukuri hasil menanam padi dari tahun ke tahun. Sebab, selama ini warga telah diberikan kenikmatan dan kebarokahan,” jelas Pimpinan Kasepuhan Adat Cipta Mulya, E Suhendri Wijaya, kemarin (16/9).

Dalam perayaan upacara adat seren tahun ini, warga telah membawa hasil panen untuk disimpan di lumbung padi yang diberi nama Leuit Sijimat. “Padi yang disimpan ini nantinya akan digunakan oleh warga sebagai benih untuk musim tanam berikutnya,”kata orang yang disapa Abah Hendri.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, hasil pertanian dalam panen padi pada tahun ini, terpengaruh dengan kondisi cuaca kemarau. Namun penurunan ini hanya sedikit sehingga para warga tidak terlalu merugi.

“Untuk itu, kami melakukan seren tahun untuk melestarikan nilai budaya yang menjadi kearifan lokal. Terutama dalam menanam padi baik di ladang maupun sawah,” imbuhnya.

Selain seren tahun, sambung Abah Hendri, di Kasepuhan Adat Cipta Mulya juga menggelar syukuran lainnya yang diberi nama 14 bulan purnama yang dilakukan pada 13 hijriah ke 14 hijriah.

Acara lainnya sebelum puncak serentaun yakni menanam padi atau ‘Ngaseuk’ yang artinya padi tumbu satu minggu. “Kegiatan ini, merupakan bagian dari kesatuan masyarakat adat Banten Kidul,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.