SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat sebanyak 169 kejadian bencana terjadi sepanjang Januari hingga Mei 2026. Dari ratusan kejadian tersebut, total kerugian ditaksir mencapai Rp6,196 miliar dengan ratusan warga dan bangunan terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan data tersebut dihimpun melalui Sistem Informasi Elektronik Data Bencana (SiEdan). “Selama periode Januari hingga Mei 2026 tercatat 169 kejadian bencana di tujuh kecamatan. Dampaknya mencapai 153 kepala keluarga, 380 jiwa terdampak, serta 155 unit bangunan rusak dengan berbagai tingkat kerusakan,” ujarnya, Rabu (3/5).
Dari total kejadian, cuaca ekstrem menjadi bencana paling dominan dengan 139 kasus atau lebih dari 82 persen. Disusul kebakaran permukiman 15 kali, tanah longsor tujuh kali, banjir lima kali, dan gempa bumi tiga kali. “Selain terbanyak, cuaca ekstrem juga menyumbang kerugian terbesar Rp3,347 miliar. Kebakaran permukiman Rp2,532 miliar, tanah longsor Rp252 juta, dan gempa bumi Rp64,5 juta,” jelas Yoseph.
BPBD mencatat Maret sebagai bulan dengan kejadian bencana tertinggi, yakni 46 kasus. Disusul Januari 44 kasus, Mei 31 kasus, Februari 28 kasus, dan April 20 kasus. Berdasarkan wilayah, Kecamatan Warudoyong mencatat frekuensi tertinggi dengan 36 kejadian, diikuti Baros 28, Citamiang 26, Cikole 22, Cibeureum 20, Lembursitu 19, dan Gunung Puyuh 18 kejadian.




