Kondisi ini sudah berlangsung lebih dari sepuluh tahun tanpa perbaikan berarti. Warga merasa dianaktirikan oleh pembangunan infrastruktur yang masif di tempat lain, sementara akses vital mereka dibiarkan lapuk.
Mimit, pedagang keliling, berharap pemerintah segera turun tangan. “Semoga cepat diperbaiki. Banyak anak sekolah yang lewat sini, kasihan kalau harus muter jauh terus,” harapnya.
Kini, bola panas ada di tangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Warga Karangtengah menanti jembatan permanen yang bisa menjamin keselamatan mereka, sebelum Sungai Cimahi benar-benar menelan korban akibat kelalaian yang dibiarkan terlalu lama.(den/d)




