Karena, dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diingikan, sejumlah anggotanya telah mengambil senjata tajam berupa golok tanpa gagang dari lokasi pengajian.
“Sesaat dalam perjalanan pulang, anggota kita telah dijegal di wilayah Desa Cijangkar oleh anggota dari komunitas motor lain sambil membawa celurit.
Karena, melihat massa banyak, akhirnya komunitas motor dari rival lain mundur sehingga tidak terjadi kerusuhan,” imbuhnya.
Setelah itu, anggota XTC langsung melanjutkan perjalanan pulang. Namun, saat melintasi di Kampung Cipulus RT 7/3 Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, tiba-tiba ada oknum propokator yang menyusup ke rombongannya dan berteriak hal-hal yang berpotensi menyulut keributan.
“Iya, intinya ini ada provokasi dari rival lain. Berdasarkan pengakuan dari saksi mata di lokasi kejadian, tidak ada yang melukai korban dengan menggunakan senjata tajam. Kayanya, itu karena lemparan batu dan benda tumpul jenis kayu,” paparnya.
Setelah terjadi kerusuhan di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, perisitwa ini kembali terjadi di wilayah Nangela, Kecamatan Baros.
Saat itu, anggota dari komunitas lain telah melambangkan simbol organisasinya. Setelah itu, mereka langsung di kejar oleh anggotanya.
“Untuk kejadian di Baros, tidak ada pengrusakan. Hanya saja, ada oknum anggota yang mengambil makanan ringan dan rokok.
Setelah itu, kejadian tersebut, terdapat dua anggota yang diamankan di Polsek Baros untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya.
Pihaknya mengaku, ratusan anggotanya ini sengaja melakukan pengajian di Ponpes tersebut, atas dasar inisiatif anggota XTC.






