“Penumpang lain selamat hanya luka-luka saja. Hanya Dini yang tewas. Saya kurang tahu saat kecelakaan Dini ada di jok depan atau dibelakang bak mobil, saya hanya membantu mengevakuasi ke
rumah sakit saat Dini sudah tergeletak diatas tanah,”terang Ocang.
Dari kejadian tragis itulah, tanjakan itu oleh masyarakat sekitar disebut tanjakan Dini bukan lagi tanjakan Legok. Menurut Ocang, keluarga Dini pun sudah mengetahui kalau nama anaknya oleh masyarakat dijadikan sebuah nama tanjakan.
“Mungkin karena masyarakat tahunya Dini meninggal dunia di tanjakan itu sana. Jadi disebut saja tanjakan Dini,”tandasnya.
Nama tanjakan Dini juga oleh sebagian masyarakat memiliki pesan dan makna tersirat. Yakni, kalau melewati tanjakan itu, para pengendara harus lebih ekstra hati-hati karena tanjakan itu dirasa tanjakan paling ekstrem.
“Sekarang tanjakan Dini sudah dibeton lebih nyaman dan aman, tetapi tetap kita harus lebih ekstra hati-hati dari dini ketika akan melewati tanjakan Dini. Ini agar kejadian yang menimpa Dini tidak terjadi lagi. Pesan itu yang harus kita renungkan dari nama tanjakan Dini,”kata tokoh penggerak pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dadang Hendar.(*)






