SUKABUMI – Berbagai cara dilakukan untuk mengisi waktu luang di bulan puasa, terutama mengisi kegiatan untuk anak-anak agar tidak bosan menunggu buka puasa.
Seperti dilakukam ibu-ibu di Perum BTN RW 07 tepatnya di Masjid Nurul Hidayah Kelurahan Jayaraksa Kecamatan Baros Kota Sukabumi mengisi kegiatan keagamaan dengan menyelenggarakan Pesantren Sonten (Santen)
Ketua DKM Masjid Nurul Hidayah, Achmad Sanusi Budi Permana mengatakan, pesantren sonten atau Santen ini sama dengan pesantren kilat (Sanlat) hanya saja penamaan Santen ini karena kegiatan Santen digagas oleh para ibu rumah tangga yang ada di komplek BTN RW 07.
“Santen itukan identik dengan bumbu masak nah kalau bumbu masak ini pasti identik juga dengn ibu-ibu,” ucapnya.
Achmad mengatakan kegiatan Santen di kompleknya tersebut sudah berjalan selama dua tahun dan tahun ini pesertanya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan untuk pesertanya Achmad tidak hanya untuk warga komplek atau RW 07 saja tetapi juga terbuka untuk umum.
“Alhamdulilah peserta mencapai 80 anak mulai dari usia TK hingga SMP, untuk remajanya kita libatkan sebagai pembina Santen ini dan tahun kemarin antusiasnya juga cukup banyak yakitu mencapai 50 peserta,” terangnya.
Dikatakan Achmad awal dibentuknya kegiatan santen ini bertujuan untuk mengisi waktu luang adik-adik yang masih bersekolah di rumah terlebih tahun lalu saat pandemi anak-anak lebih banyak belajar di rumah karena kondisi sedang pandemi Covid-19. Menurutnya, dari pada anak-anak bermain kesana kemari, lebih baik diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.
“Awalnya karena miris juga yah, sejak pandemi ini anak-anak lebih memnfaatkan waktunya bermain di luar atau bermain gadget. Makanya di momen yang baik dan penuh berkah ini kenapa tidak kita mengadakan kegiatan positif seperti sonten ini dan alhamdulilahnya warga disini tertutama ibu-ibu sangat aktif mereka mau mengajar anak-anak di kegiatan Santen,” jelasnya.
Kegiatan ini pun berlangsung setiap hari mulai dari ba’da Ashar hingga waktu menjelang berbuka puasa. Untuk kegiatannya juga diisi dengan penambahan wawasan keagamaan seperti mengaji, salat berjamaah hingga materi tentang keagamaan.
“Intinya kita dengan Saten ini ingin membiasakan anak-anak untuk ke masjid setiap hari atau mengajarkan anak mencintai masjid sejak dini. Tentunya saya berharap kegiatan santen ini bisa manfaatkan dengan sebaik mungkin, pugkasnya. (wdy)




