Sabtu-Minggu, Sukabumi Siap-siap Macet Lagi

Sukabumi-Macet-Mudik
Puncak kemacetan kembali bakal terjadi pada Sabtu dan Minggu mendatang.

SUKABUMI – Setelah sempat mengalami macet parah, arus lalulintas menuju objek wisata Palabuhanratu dan sekitarnya mulai normal kembali. Seperti diketahui sebelumnya, kemacetan sempat terjadi bahkan nyaris 24 jam untuk menuju objek wisata andalan Kabupaten Sukabumi ini.

Klaim dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, jumlah wisatawan yang datang untuk menikmati hari libur lebaran dan cuti bersama Idul Fitri 1443 Hijriah, lebih dari 4 juta wisatawan. Makanya hal ini berdampak terhadap kenaikan jumlah kendaraan, sehingga kemacetan pun tak bisa dihindarkan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman kepada Radar Sukabumi mengatakan, problem kemacetan pada liburan panjang tahun ini, hampir terjadi secara merata di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Ini terjadi karena selama dua tahun terakhir dilakukan pengetatan. Sehingga, pada liburan lebaran tahun ini terjadi euphoria. “Disamping libur panjang, masyarakat juga ingin melepaskan kepenatan yang terjadi selama dua tahun terakhir,” kata Dedi Chardiman kepada Radar Sukabumi pada Jumat (06/05).

Dirinya menghimbau kepada seluruh wisatawan untuk bersabar dan meningkatkan budaya tertib berlalu lintas, khususnya bagi kendaraan roda dua agar dapat mematuhi rambu-rambu lalu litnas dan mengikuti arahan petugas di jalan.

Bukan hanya itu, pihaknya juga meminta kepada agar dapat memperhatikan jam pulang wisatawan, terutama pada jelang hari terakhir liburan panjang tahun ini.

“Diprediksi kemacetan akan kembali terjadi pada hari Sabtu dan hari Minggu sekarang. Untuk itu, kami menghimbau kepada seluruh wisatawan agar tidak pulang dalam waktu bersamaan. Sebab jika mereka pulang secara bersamaan, maka stagnan arus lalu lintas akan kembali terjadi,” paparnya.

Kemacetan arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Sukabumi, sambung Dedi, mulai terjadi cukup signifikan kepadatan volume kendaraannya pada H+2 hingga H+4 pasca lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah.

Bahkan, pada Rabu (04/05) malam arus lalu lintas dari arah Palabuhanratu kepadatan volumen kendaraanya absolute. Karena, terjadi kecelakaan lalu lintas pada kendaraan roda enam di sekitaran ruas jalan tersebut.

Untuk mengantisipasi kemacatan tersebutg, kemudian Dishub dan unsur kepolisian dari Polres Sukabumi mengambil upaya rekayasa lalin.

Yakni penutupan jalur lalu lintas dari arah Warungkiara Cibadak. “Iya, kecuali penduduk lokal yang memperlihatkan KTP, itu bisa melintas. Ini kami lakukan untuk mengurai kemacetan yang terjadi di ruas jalur Palubuhanratu melalui jalur Cikembang,” ujarnya.

Kepadatan arus lalu lintas pada liburan panjang tahun ini, mayoritas didominasi oleh kendaraan roda dua atau sepeda motor jika dibandingkan dengan kendaraan roda empat.

Bukan hanya itu, dirinya juga menilai para pengendara sepeda motor banyak yang nakal dalam mengendarai kendaraannya. Seperti menerobos lawan arah sehinga arus lalu lintas mengunci.

“Iya, petugas kita juga kewalahan karena banyak kendaraan sepeda motor yang nakal atau menerobos jalur kanan jalan. Ini tentunya dapat memicu terjadinya kemacetan, karena kurangnya kesabaran dan budaya tertib dalam berlalu lintas,” papar Dedi.

Ketika ditanyai soal keluhan wisatawan yang berhari-hari terjebak kemacetan. Seperti dari arah Bogor menuju Ujunggengenteng Sukabumi wisatawan harus menghabiskan waktu selama 3 hari.

Pihaknya menjawab, bahwa kemacetan itu didominasi oleh berbagai faktor. Namun, dirinya menekankan kepadatan kendaraan dibandingkan hari pertama dan kedua lebaran, volume kendaraan menuju Kabupaten Sukabumi di hari ketiga lebaran jauh meningkat.

Kendaraan pun didominasi mobil dan motor berplat nomor luar Sukabumi.

“Untuk animo masyarakat untuk berlibur ke tempat wisata memang cukup tinggi, sehingga terjadi kepadatan ke seluruh jalur wisata di Kabupaten Sukabumi, karena euphoria tadi, masyarakat semuanya ingin berwisata untuk menghilangkan kepenatannya,” timpalnya. (den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.