“Dan Alhamdulillah sudah dikabulkan oleh perusahaan, bahkan sudah dipatok bersama seluruh unsur dari mulai Forkompimcam sampai unsur pemerintahan desa, selanjutnya yang kedua yang paling krusial adalah tentang isu lingkungan hidup, yaitu dimana tambak dikenal sebagai perusahaan yang selalu menimbulkan limbah, dari mulai limbah beracun, bahkan mungkin sampai aroma dan lain sebagainya,” paparnya.
Kemudian, lanjut Hendra perusahaan yang akan membangun tambak udang merupakan perusahaan pertama yang menggunakan teknologi baru yang mungkin digunakan di Indonesia, tentang pengolahan limbah, mereka telah mempunyai konsep yang sangat luar biasa dan mumpuni.
‘Dan saya kira mungkin hal ini yang belum sampai kepada masyarakat, sehingga kekhawatiran masyarakat tentang limbah mungkin bakal merusak biota laut bisa terjawab, Dan selanjutnya yang ketiga adalah tentang lahan garapan dan juga Ketenagakerjaan, perusahaan sudah menggarisbawahi mayoritas tenaga kerja apabila memang di daerah ini, Katakanlah siap tenaga kerja maka mayoritas akan menampung tenaga kerja yang berasal dari Desa Buniwangi pada khususnya dan sekitarnya,” paparnya.
“Saya kira ini merupakan satu hal yang oleh kita bisa dipegang dan tentunya akan bermanfaat ke depan, hal lain tentang garapan masyarakat, yang selama ini memang Alhamdulillah perusahaan sedang memberikan kerohiman walaupun mungkin jumlahnya relatif, yang terakhir tentang CSR, perusahaan ini sudah teruji bukan hanya daerah Sukabumi tapi juga di daerah yang lain, CSR ini menjadi satu komitmen perusahaan dan akan memberikan, baik kepada masyarakat langsung ataupun pada kelompok yang bisa menggunakan mengakomodir,” pungkasnya. (ndi/t)






