“Pemiliknya sedang di luar, tidak ada yang terisisa di dalam rumah ini. Petugas pemadam juga cukup kesulitan karena lokasi rumah tidak bisa dijangkau armada pemadam kebakaran,” tutupnya.
Penghuni rumah, Heni Nuryati (45) mengaku kaget saat kobaran api mulai menbesar dari lantai dua. Saat itu, dirinya tengah berada di kamar mandi lantai bawah.
“Saya keget ketika melihat api di lantai dua. Kedua kakak saya sudah di warungnya. Dengan seketika api membesar dan tidak bisa kendalikan. Semua isi rumah habis terbakar, tidak ada yang bisa diselamatkan,” akunya.
Sementara itu, Iyep Yosep, anggota pemadam kebakaran pos Cibadak mengungkapkan, api berhasil dipadamkan setelah satu jam proses pemadaman. Tiga armada dikerahkan untuk pemadaman, hanya saja karena akses menuju lokasi cukup sulit sehingga sedikit menghambat pemadaman.
“Semua armada yang ada di Pos Damkar Cibadak dikerahkan, sekitar satu jam api berhasil dikendalikan. Kesulitannya, karena lokasi rumah ini tidak bisa diakses mobil,” ungkapnya.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, kerugian yang dialami pemilik rumah diperkirakan mencapi puluhan hingga ratusan juta rupiah. “Untuk kerugian secara detailnya belum bisa dihitung, kami masih melakukan pendataan,” singkatnya. (cr15/d)





