SUKABUMI – Senja di ufuk barat bukan sekadar pergantian hari. Di Pos Observasi Bulan (POB) Cibeas, Dewan Hisab Rukyat (DHR) Kabupaten Sukabumi tengah mempersiapkan rukyatul hilal sebagai penentu awal bulan hijriah.
Wakil Ketua I DHR Kabupaten Sukabumi Bidang Diklat dan Hisab Rukyat, Zaenurridwan, menjelaskan persiapan dilakukan menyeluruh, baik teknis maupun nonteknis. “Secara teknis, kami menyiapkan perangkat rukyat tradisional seperti bektang/gawang lokasi dan rubu’ mujayyad, serta alat modern berupa empat teleskop, dua di antaranya digunakan saat pengamatan,” ujarnya.
Selain perangkat, data hisab astronomis untuk 17 Februari (29 Sya’ban) telah dimatangkan sebagai rujukan ilmiah. Dari sisi nonteknis, panitia memastikan kehadiran perukyat yang akan memberikan kesaksian di hadapan hakim. Koordinasi lintas lembaga juga diperkuat, mulai dari Kementerian Agama Sukabumi hingga Pengadilan Agama Cibadak.
Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah daerah, DPRD, BMKG, organisasi Islam, pesantren, hingga para kiai. Sejumlah ulama yang akan berperan sebagai saksi di antaranya KH Aang Yahya, KH Anshori Fudholi, KH Aceng Mahmud, KH Asep Saprudin, dan KH Ismatullah Syarif. “Kesaksian ulama inilah yang menjadi rujukan Menteri Agama saat sidang isbat di pusat,” tegas Zaenurridwan.






