Dody menuturkan, pertemuan antara Dispora dan PT PBB baru sebatas diskusi mengenai alihkelola pemeliharaan Stadion GBLA.
“Hal-hal dari segi mekanisme, regulasi dan sebagainya. Baru hanya sebatas ada keinginan dari PT PBB,” pungkas Dody.
Terpisah, Komisraris PT PBB, Kuswara Taryono menyatakan, proses alihkelola Stadion GBLA masih terus dikomunikasikan dengan berbagai pihak. Menurutnya, pengalihan kelola stadion harus mengikuti proses dan mekanisme.
“Masih terus dikomunikasikan terutama bersama Pemkot Kota Bandung,” kata Kuswara saat di hubungi.
Kuswara menambahkan, perihal kandang untuk Persib pada Liga 1, sejumlah alternatif telah disiapkan. Misalnya Stadion Jalak Harupat, Wibawa Mukti (Bekasi), Pekansari (Bogor).
“Sudah kami komunikasikan juga soal kandang Persib nanti,” pungkasnya.
(pojokbandung/pojokjabar)





