BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Pungutan Tolgate Termasuk Pungli Berjamaah?

×

Pungutan Tolgate Termasuk Pungli Berjamaah?

Sebarkan artikel ini

Selain itu, Firman juga menyebutkan terdapat sebuah video yang merekam dugaan pungutan liar oleh oknum pegawai tolgate. Dalam video itu jelas terlihat, pegawai tolgate menghentikan mobil dan mengambil uang yang diberikan pengemudi. Namun sayangnya, si pengemudi dalam video itu tidak diberikan tiket atau karcis.

“Uangnya diterima, tapi pengemudi tidak diberi tiket atau karcis. Itu maksudnya apa? Uang itu masuk ke mana,” tanyanya heran.

Bank bjb Tandamata

Pantauan Radar Sukabumi, video yang berdurasi 1 menit 40 detik itu diambil di tolgate yang ada di Jalan Kidangkencana, Kecamatan Palabuhanratu. Beberapa pegawai nampak menghentikan kendaraan wisatawan yang akan menuju tempat wisata. Dari banyaknya pengemudi yang antre, salah seorang pengemudi APV berhasil diwawancara. Ia mengaku memberikan sejumlah uang kepada petugas agar bisa lewat, namun tidak diberikan tiket atau karcis oleh petugas.

Pengamat Kebijakan Publik, Bayu Risnandar menyebutkan, ada tiga pilihan bagi dinas, apakah menutup tolgate oleh sendiri, ditutup paksa anggota Polres atau ditutup oleh warga. “Sebab, tolgate itu tidak ada payung hukumnya. Berdasarkan Perda Nomor 14/2013 tentang Retribusi Pariwisata, Rekreasi dan Tempat Olahraga, dalam pasal 11 ayat 5 disebutkan, intinya tempat retribusi itu diatur oleh Perbup.

Apakah tolgate yang memungut retribusi itu ada perbupnya? Saya kira itu tidak ada. Makanya ini jelas melanggar dan disinyalir pungli. Semua tolgate loh termasuk yang di Jampang Surade, ” tandas Bayu kepada Radar Sukabumi.

Ia juga menilai kecerobohan ini dilakukan oleh kepala daerah. Yang lebih bersalah adalah orang dinas sebagai pelaksana teknisnya.

Sementara itu, Kepala Dispar Kabupaten Sukabumi, Dana Budiman membenarkan jika tolgate tersebut ditutup pihaknya. Sebab, ia tak mau gara-gara melaksanakan tugas sesuai Perda nomor 14/2013, namun malah terganggu kondusifitas. “Tolgate yang dikeluhkan itu kita evaluasi. Kita tutup dulu dan akan kita bahas lagi,” paparnya.

Ia juga belum mengetahui apakah tolgate itu akan dibuka lagi atau tidak. “Nanti akan kita jelaskan kepada orang-orang yang bersangkutan apa yang kita kerjakan. Kalau di medsoskan malah tidak kondusif, makanya kita memilih menutup tolgate saja,” ulasnya. (ren/ryl)