RADARSUKABUMI.com – Pemerintah Kota Sukabumi terus mempersiapkan berbagai hal untuk pemberlakuan new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Fase pertama yang diprioritaskan oleh Kota Sukabumi yakni pemulihan perekonomian.
Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi menjelaskan, pada awalnya Kota Sukabumi sesuai arahan pemerintah pusat masuk pada fase pertama yang fokus pada kesehatan. Dimana, pemerintah fokus pada upaya preventif dan kuratif yakni negara hadir dengan menyiapkan sarana kesehatan seperti rumah sakit dan obat-obatan.
“Kini Kota Sukabumi masuk tahap berikutnya yaitu recovery dengan semangat bangkit dengan hastag pulihkan Sukabumi dalam artian Kota Sukabumi tengah bersiap menerapkan AKB atau new normal. Namun hal ini dengan tetap memperhatikan pertimbangan sektor kesehatan,” jelasnya, Kamis (25/6).
Ditargetkan, Kota Sukabumi menjadi daerah pertama di Jawa Barat yang pulih dari dampak pendemi Covid-19. Selain itu, Pemkot Sukabumi saat ini terus berupaya agar bisa masuk ke zona hijau. Maka dari itu, Fahmi meminta agar masyarakat dapat bekerjasama dengan selalu menerapkan protokol kesehatan maksimal ketika beraktivitas.
“Kami meminta kita semua menahan diri, jangan dulu euforia atau bahkan beranggapan corona telah hilang. Jika memang tidak penting, jangan memaksakan untuk keluar rumah. Kemudian, jika memang harus keluar selalu patuhi protokol kesehatan,” pintanya.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkot Sukabumi, yakni dengan mengerahkan semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk melakukan monitoring, edukasi pentingnya protokol kesehatan.
“Kami juga bekerja sama dengan pihak keamanan, baik itu TNI dan Polri untuk sama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Sukabumi,” sebut Fahmi.
Hingga akhir bulan ini, sebut Fahmi, pihaknya bakal menunggu hasil kajian epidemiologi, tentang apakah Covid-19 di Kota Sukabumi bisa dikendalikan atau tidaknya. “Semoga saja kondisinya terus melandai hingga akhir Juni ini, maka bulan depan berbagai aktivitas kembali akan dilonggarkan terutama perekonomian,” ujarnya.
Fahmi mengajak kepada semua masyarakat untuk sama-sama berkolaborasi memutus mata rantai dengan selalu menerapkan protokol kesehatan maksimal.






