Proyek Pustu Cirampo Mangkrak

  • Whatsapp

JAMPANGTENGAH – Proyek pembangunan Pusat Pembantu (Pustu) Kesehatan di Kampung Cirampo, RT 42/9, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah disoal warga setempat. Pasalnya, proyek yang menelan anggaran sekitar Rp200 juta itu terkesan asal-asalan.

Kepala Desa Padabeunghar, Hendrik mengatakan, pembangunan Pustu di Kedusunan Cirampo ini mendapat aksi protes warga sekitar. Lantaran, selain dinilai terkesan asal-asalan, juga proses pengerjaannya pun tidak transparan.

“Pembangunan Pustu di Cirampo ini sudah berlangsung sekitar empat bulan lamanya. Namun hingga saat ini pembangunan belum juga selesai. Padahal, pembangunan Pustu di wilayah desa lain sudah pada rampung dan bisa dimanfaatkan warga,” jelas Hendrik saat disambangi Radar Sumabumi di Kantor Desa Padabeunghar, kemarin (16/11).

Akibat dari mangkraknya pembangunan Pustu tersebut, sambung Hendrik, berdampak terhadap pelayanan kesehatan. Sehingga pelaksanaan pelayanan kesehatan pun menjadi tidak maksimal.

Selain itu, apabila ada warga Kedusunan Cirampo yang mengalami sakit, mereka terpaksa harus datang ke Pustu Padabeunghar, yang tentunya harus menempuh jarak cukup jauh, sekitar 7 Kilometer dengan kondisi jalan yang memprihatinkan.

“Pustu Kesehatan di Kedusunan Cirampo ini akan dimanfaatkan warga sebanyak 700 jiwa dari 400 Kepala Keluarga (KK),” imbuhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *