Dalam kurun waktu lima tahun, lanjut Kadis yang sudah masuk masa pensiun ini, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program PKH harus bisa keluar dari garis kemiskinan. Namun memang faktanya, terkdang tak mampu keluar dari jeratan kemiskinan itu.
“Setelah mendapat bantuan PKH selama lima tahun, KPM harus bisa keluar dari garis kemiskinan. Targetnya seperti itu, tapi kenyatannya belum sesuai dengan harapan,” ungkapnya.
Selain itu, bantuan kelompok usaha KUBE dari Dinas Sosial terkadang tak berjalan efektif hingga bisa mengsejahterakan masyarakat. Buktinya, tak sedikit kelompok usaha yang mendapatkan bantuan KUBE, tidak berjalan dilapangan.
“Saya sudah cek ke lapangan, bantuan KUBE peternakan, perdagangan dan lainnya tak sedikit yang tak berjalan. Di kasih domba, malah pada dijual,” keluh Iwan.
Persoalan kemiskinan tak bisa hanya diselesaikan dengan bantuan dari pemerintah, tangan swasta, dunia usaha, industri dan masyarakatnya sendiri harus menyamakan persepsi tentang bagaimana caranya keluar dari belenggu kemiskinan.
“Semua unsur harus terlibat, tapi yang paling utama kembali lagi kepada cara pandang, pola pikir yang harus diperbaiki,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Haer Suherman mengaku, di lingkungan desanya terdapat cukup banyak warga yang masih dibawah garis kemiskinan. Menurutnya, bentuan dari pemerintah pusat maupun daerah belum mempu menjawab persmasahan tersebut.
“Bantuan yang datang misalnya Rastra, terkadang tidak sesuai dan kurang tepat sasaran karena kendala data. RTLH (Rumah Tidak Laik Huni) juga banyak disini, tapi kami berupaya berbenah saat ini,” singkatnya. (cr15/t)





