SUKABUMI — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menunjukkan komitmennya dalam penanganan bencana alam dengan turun langsung membersihkan sampah di Sungai Cipalabuan, Kelurahan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Dengan didampingi oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Bupati Sukabumi, Asep Japar, dan Wakil Bupati Andreas, Dedi tidak hanya sekedar memberi instruksi, tetapi juga ikut memungut sampah dan menyusun rencana konkret untuk mencegah bencana serupa di masa depan.
“Ini bukan mantau, ini bantu pak Kapolres, pak Dandim pak bupati, untuk meringankan beban yang ada disini, beban bencana itukan beban semua,” ujar Dedi Mulyadi saat di wawancara. Sabtu (7/3/2025).
Dijelaskan Dedi, tumpukan sampah di sungai Cipalabuan, merupakan hal yang sederhana dampak dari sungainya mengalami pendangkalan, meskipun pada bulan Desember sudah dilakukan pengerukan, selanjutnya jembatannya yang lurus, sehingga nantinya akan dibongkar dan didesain ulang dengan dibuat melengkung.
“Nanti saya bangun jembatan yang, terus disini warganya jorok, buang sampah ke sungai, yang keempatnya, hutannya rusak, pohonnya rusak dibabati, yang kelima ini gila semua, kan gitu,” jelasnya.
Berdasarkan hasil terjun memungut sampah, gubernur Dedi Mulyadi banyak menemukan berbagai macam jenis sampah, namun kebanyakan sampah dari rumah, termasuk bahan material material kayu yang sudah lama ditebang, kemudian tidak dibersihkan dan tidak dilakukan clearing kemudian pada jatuh ke sungai.
“Kalau sampah lainnya ada kasur bantal, guling sprei, segala macam lah, celana dalam ada,” ucapnya.
Saat disinggung di sepanjang sempadan sungai Cipalabuan banyak berdiri bangunan rumah warga, Gubernur Dedi mengaku akan melakukan revolusioner, yakni membongkar bangunan semua yang ada di jalur sungai untuk digeser dengan desain ulang bangunan rumah panggung.






