Polres Sukabumi Intip Wisatawan di Plara

  • Whatsapp
Polres Sukabumi
Polres Sukabumi melakukan patroli di sejumlah objek wisata Palabuhanratu Kabupataten Sukabumi.

SUKABUMI – Jelang berakhirnya kebijakan perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM pada 30 Agustus 2021, hari ini, jajaran Polres Sukabumi melakukan patroli ke sejumlah kawasan objek wisata pesisir pantai Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.

Kepala Kepolisian Resort Polres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansayah Nawirputra, melalui Kasi Humas Polres Sukabumi Ipda Aah Saepul Rohman mengatakan, kedatangannya itu untuk mengimbau dan mengingatkan pengunjung wisata di pesisir pantai agar tetap menerapkan protokol kesehatan saat beraktifitas wisata seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Bacaan Lainnya

“Dalam kesempatan itu kami juga membagikan masker kepada pengunjung wisata. Hari minggu atau weekend ini kami tetap melaksanakan PAM (patroli pengamanan, red.) di jalur wisata terutama, di kawasan pantai Palabuhanratu dan sekitarnya,” terang Aah dalam keterangannya, Minggu (29/08).

Ia menjelaskan dalam kegiatan PAM jalur wisata ini ada beberapa arahan dari Kapolres Sukabumi kepada seluruh personil pengamanan. Di antaranya yaitu penekanan penerapan prokes di kawasan wisata baik untuk pengunjung dan pengelola wisata.

“Perintahkan dari pak Kapolres kepada semua personil yang terlibat dalam pengamanan untuk mendisiplinkan penerapan prokes kepada warga dan pengunjung wisata.

Termasuk melaksanakan imbauan dan teguran apabila ada masyarakat yang belum patuh pada prokes, namun semua tindakan dilaksanakan secara tegas tetapi tetap harus humanis,” tegas Aah menyampaikan amanat Kapolres Sukabumi.

Sementara itu, hasil pantauan ke beberapa kawasan objek wisata, mulai dari hari Sabtu – Minggu, sambung Aah situasi cukup lengang dan cenderung sepi pengunjung, hanya terlihat warga sekitar yang memamfaatkan momen hari libur ini.

“Selain melaksanakan pam di jalur wisata, kami juga tetap melaksanakan sistem ganjil dan genap sebagai upaya pengendalian mobilitas masyarakat dan kegiatan wisata. Intinya semua kegiatan dilaksanakan secara humanis,” tandasnya. (ris/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *