PLTU Palabuhanratu ‘Berulah’

PALABUHANRATU – Sejumlah aktivis dan warga Palabuhanratu meminta pemerintah daerah, provinsi dan pusat mengevaluasi keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3 X 350 KV Jabar 2 di Kampung Cipatuguran, Kecamatan Palabuhanratu.

Pasalnya, akhir-akhir ini keberadaan PLTU mulai meresahkan warga terkait suara gemuruh yang teramat keras mirip tsunami terdengar hingga beberapa kilometer sekira pukul 01.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB, Minggu (4/2).

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, warga sempat menduga suara itu bersumber dari kapal atau gelombang pasang. Pasalnya, munculnya suara itu berbarengan dengam padamnya listrik. Bahkan, keberadaan PLTU akhir-akhir tidak terasa manfaatnya bagi wilayah Selatan Sukabumi, karena wilayah tersebut kerap mengalami pemadaman listrik.

“Ya, kaget banget. Saya mengira itu suara ombak, apa akan terjadi tsunami. Warga lain juga berfikir sama seperti saya,” kata Ruslan (40) warga Kampung Bojongkopo, Desa Loji, Kecamatan Simpenan.

Sementara itu, aktivis Palabuhanratu, Berly Lesmana langsung melayangkan surat terbuka untuk pemerintah, mulai pemerintah daerah, provinsi dan pusat. Hal itu ia lakukan setelah mengetahui asal suara gemuruh itu, yakni dari PLTU.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *