Sementara itu, Ketua DPD PKS Kabupaten Sukabumi, Yusup Maulana mengatakan bahwa jelang pendataran yang dalam waktu sebulan ini, koalisi PKS sampai saat ini sudah permanen dengan Golkar, bahkan dirinya memastikan tidak akan ada perubahan lagi. Selain itu, PKS saat ini sudah memanaskan mesin dan sudah memberikan kabar bahwa PKS akan berkoalisi dengan Golkar.
“Sangat optimis (ikut mengusung red), Pokoknya akan deklarasi koalisi sebelum pendaftaran ke KPU, soal wakilnya nanti kita umumkan. Kami sudah siapkan, malahan sudah 100 persen.
Kenapa tidak buru-buru, kami tidak ingin gagal. Kan harus ditanya dulu si fulan (calon red) soal kesiapan dan dukungan dari keluarganya, jangan sudah disiapkan pas mau dibedol (diusung red) si fulannya tidak mau,” terang Yusup Maulana kepada Radar Sukabumi, Selasa (28/7).
Menurutnya, sikap tersebut sangat realistis, pasalnya ketika pria akan melamar wanita harus ditanya dulu kepada orang tuanya seperti apa tidak langsung melamar. “Ya intinya PKS siap ikut terjun untuk mengikuti pilkada 2020,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD PAN yang juga sebagai Ketua Tim Pilkada Kabupaten Sukabumi, Budi Mulyadi mengatakan bahwa sejauh ini PAN masih mempersiapkan dulu soal koalisi, artinya dalam akhir bulan atau pertengahan bulan depan koalisi yang diharapkan oleh PAN bisa terbentuk, baru pada bulan Agustus PAN akan konsentrasi pada pendaftaran.
“Sampai saat ini komunikasi berjalan baik dengan sejumlah parpol, bahkan senin kemarin kami mengadakan pertemuan dengan Gerindra, tapi kami Insya Allah PAN akan mendaftarkan dan ikut mengawal jagoannya untuk datang ke KPU, “terang Budi Mulyadi kepada Radar Sukabumi, Selasa (28/7).
Menurutnya, sampai hari ini sebetulnya memang belum ada yang pasti, bahkan yang sudah deklarasi sekalipun. Intinya masih dinamis, kemungkinan dan kejutan yang akan terjadi masih mungkin terjadi. Bagi PAN kepastian itu ada pada saat sudah mendaftarkan ke KPU.
“PAN belum berbicara soal kepada pendaftaran, kita masih konsisten pada komunikasi politik dan ikhtiar, PAN sendiri kan tetap berupaya pasangan Adjo-Iman, tetapi harus diingat hasil Rakerda dan Koalisi Mawar masih berlaku,” tukasnya.
Ketua DPD Partam Nasdem Kabupaten Sukabumi Ucok Haris Maulana mengatakan bahwa persiapan yang dilakukan oleh NaDem normatif saja, artinya mengikuti mekanisme dan aturan yang ada. Pasalnya, saat ini NasDem sudah menentukan sikap kepada Petahana, Marwan Hamami.
“Insya Allah sudah pasti wakilnya dengan pak Marwan, siapapun wakilnya, NasDem tidak akan merubah dukungan. NasDem menyerahkan semuanya kepada partai Golkar tidak akan mencampuri urusan wakilnya,” terang Ucok Haris Maulana kepada Radar Sukabumi, Selasa (28/7).
Kalau misalnya NasDem diajak berkomunikasi dengan Golkar dan partai koalisi lain dalam menentukan wakilnya tidak jadi masalah, tidakpun tidak akan menjadi masalah. “Nasdem sudah ke Pak Marwan, kami siap mengawal dan mendampigi saat pendaftaran nanti. Mudah-mudahan, kita ada perubahan lagi,” tukasnya. (hnd)






