Lebih lanjut dirinya mengatakan, secara umum pastinya sosok pendamping Marwan harus bisa dijual di masyarakat. Namun, beda lagi kalau sosok kader Demokrat yang dipilih, apapun hasil survei tetap akan kita dorong. Namun, sejauh ini Demokrat secara pribadi sudah diberikan komitment bahwa soal sosok wakilnya akan dibicarakan diantara partai koalisi.
“Ya nanti kata pak Marwan dibicarakan di internal partai koalisi, kalaupun endingya seperti apa nanti keputusanya ada di pak Marwan. Sekarang kan belum jelas, kubu lain juga masih belum jelas juga. Kalau ibarat bola baru menggelinding saja, masih terjadi operan belum ada peluang dan sedang mencari celah peluang untuk menciptakan gol, karena semuanya pasti ingin menang,” tukasnya.
Ditempat terpisah, Sekretaris DPD PAN yang juga sebagai Ketua Tim Pilkada Kabupaten Sukabumi, Budi Mulyadi menambahkan, kalau kriteria sebetulnya sudah disampaikan PAN kepada Marwan poin-poinnya. Salah satunya, eletabilitasnya harus cukup kuat, bisa mewakili kaum milenial, dan berharap ada keterwakilan antara wilayah utara dan selatan. Kemudian ada chemistry (kecocokan red) diantaranya keduanya.
“Kami sih sebetulanya sudah dituangkan dalam rakerda, sosok pendamping versi PAN harus seperti apa. Tetapi bagaimanapun, perlu ada komunikasi lanjutan dan kami hargai pak Marwan yang sudah akan memberikan keputusan kepada internal partai koalisi nantinya,” jelas Budi saat dihubungi radarsukabumi.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, jika nantinya ada bergabung kembali dari partai lain ke koalisi ini, tentunya PAN akan berbicara bersama atau duduk bersama dalam menentukan calon wakilnya, meski keputusan ada di Marwan, setidaknya ada masukan dari PAN.
“Masalahnya, kan kita juga belum secara pasti atau dalam kata lain jelas secara tertulis dari DPP, koalisi ini masih dibangun belum terbangun, nah ketika misal sudah terbangun dan partai lain seperti PDIP dan Gerindra masuk bisa saja kan. Nah dari sana kita (Demokrat Golkar dan PAN) ditambah partai lain kalau ada berbicara soal ini,” tukasnya.






