Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Sukabumi Tata Subrata menambahkan, menanggapi hal itu PDIP menilai masih terlalu jauh. Karena saat ini, PDIP situasinya masih sangat dinamis. Soal penetapan tiga pasangan, ini masih memerlukan beberapa langkah untuk menentukannya. Dan perlu komitmen antara partai dengan partai yang akan berkoalisi.
“PDIP sikapnya masih dalam posisi penjajakan. Malahan kami tidak hanya memikirkan Pilkada, tetapi lebih dulu memikirkan kepentingan masyarakat. PDIP akan berbuat dulu untuk masyarakat, kemudian berbicara pilkada. Cara berbuatnya dengan turun kelapangan dengan program,” aku Tata Subrata kepada Radar Sukabumi, kemarin.
Menurut Tata kepada Radar Sukabumi, di dalam politik apapun bisa terjadi. Itu artinya, harapan tiga pasangan itu sangat mungkin terjadi. Biarkan setiap partai terbentuk dengan sendirinya dan berkembangan sesuai dengan waktu.
“Artinya, kami berhak berbicara politik, politik itu harus berbicara. Kalau ada pengakuan tiga pasangan, saya fikir itu masih dinamis dan berkembang, dan kita (PDIP. red) tidak menutup kemungkinan masih bisa dan mungkin seperti itu,” bebernya.
Di tempat terpisah, Sekretaris DPC Demokrat, A Yamin mengaku untuk masalah itu, Demokrat belum bisa berkomentar banyak. Tapi yang jelas, Demokrat akan tetap konsisten pada sikap sebelumnya mendukung Marwan.
Bahkan dalam waktu dekat, Demokrat akan menggelar rapat dengan pengurus atas arahan DPP yang mengharuskan pembahasan syarat-syarat dukungan yang harus dilengkapi.
“Sah-sah saja, (tiga pasangan. red), itu sangat bagus. Tetapi, sampai saat ini, tentunya masih dinamis,” kata Yamin kepada Radar Sukabumi, kemarin.
Menurut Yamin, Demokrat sendiri sampai saat ini masih sama-sama berharap dengan koalisi PAN dan Golkar. Dan sikap politik yang mengharapkan kadernya untuk mendampingi Marwan, adalah hal biasa. Tetapi mungkin ada mekanisme yang harus dijalankan saat penentuan wakilnya.
“Ya endingnya kalau penentuan wakil, tentu harus dengan cara musyawarah mufakat. Untuk tiga pasangan, saya rasa masih dinamis. Dulu juga, pak Marwan dengan Pak Adjo tidak disangka-sangka akan bersama. Nah sekarang juga bisa juga terjadi seperti itu. Kita lihat saja perkembangan politiknya seperti apa,” tukasnya. (hnd)






