NYALINDUNG – Masa pandemi Covid-19 berdampak terhadap semua sektor perekonomian warga. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Dede Lutpi (32) pelaku budi daya jamur tiram yang merupakan warga Kampung Wangunreja, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.
Dengan ketekunan dan keuletannya dalam menjalankan bisnisnya, perharinya Dede masih mampu meraup untung Rp770.000 hingga Rp1.000.000. Dede mengatakan, budi daya jamur tiram sudah ditekuni sejak beberapa tahun terakhir.
Alhasil, dari 13 ribu media jamur tiram, bisa menghasilkan mulai 70 hingga 90 kilogram lebih perharinya. “Alhamdulillah, setiap harinya bisa memanen jamur tiram sampai 90 kilogram dari 13 ribu media yang dibudidayakan,” kata Dede kepada Radar Sukabumi, Jumat (25/12).
Harga jamur tiram yang diterima pengepul saat ini, diterima seharga Rp 11.000 perkilogramnya. “Sekarang harganya lagi naik, biasanya kalau dari pengepul itu paling seharga Rp10.000,” ucapnya.
Menurutnya, selain membudidayakan jamur tiram tersebut, juga menyediakan baglod sebagai media untuk tumbuhnya jamur tiram. “Alhamdulillah sejauh ini penjualannya sangat lancar. Selain menyediakan jamur, saya juga menyediakan juga baglog sebagai media nya,” ungkapnya.
Tak jarang, baglog tersebut dikirimkan hingga luar kota seperti, Banten, Jawa, Bogor dan daerah lainnya. “Perbaglognya di jual seharga Rp2.500. Meskipun saat ini masa pandemi Covid-19, tetapi tidak berdampak besar terhadap penjualan jamur tiram ini,” pungkasnya. (bam)



