SUKABUMI – Bencana pergerakan tanah di Kampung Panaruban, RT 3/5, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kini kondisinya semakin meluas, Kamis (27/2).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, akibat bencana ini, longsoran sepanjang 100 meter dengan lebar 20 meter telah menggerus saluran irigasi dan mengancam lebih dari 10 rumah penduduk.
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi masih menunggu hasil kajian dari Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Bandung terkait pergerakan tanah yang terjadi di wilayah tersebut.
“Iya, kemarin kami bersama tim PVMBG Bandung sudah meninjau ke lokasi pergerakan tanah di wilayah Desa Mekarsari untuk mengetahui dan mendeteksi pemicu retakan tanah itu,” jelas Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Asep Suherman kepada Radar Sukabumi, Kamis (27/2).
Saat ini, kondisi pergerakan tanah maupun bencana longsoran di lokasi Kampung Panaruban, kondisinya semakin meluas. Ini terjadi seiringnya intensitas curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan banyak retakan tanah di atas mahkota longsoran.
“Sehingga, dikhawatirkan terjadi longsor susulan. Apalagi, saat ini tengah memasuki cuaca ekstrem yang dapat berpotensi bencana alam,” bebernya.
Hasil dari peninjauan petugas di lapangan, kini kondisi retakan tanah di lokasi bencana bervariasi mulai lebar 10 sampai 15 centimeter. Sementara, untuk panjang retakan tanah satu sampai dua meter. “Iya, itu pun panjang retakannya tidak satu jalur,” timpalnya.






