Akibat bencana, sambung Asep, tidak ada korban jiwa maupun rumah warga yang terdampak dari pergerakan tanah tersebut. Hanya, lahan pertanian dengan luas sekitar lima hektare tidak bisa teraliri air secara maksimal.
Lantaran, saluran irigasinya rusak setelah diterjang material longsoran. “Untuk antisipasinya, pemerintah sudah memberikan bantuan berupa paralon dan lainnya, agar air dapat didistribusikan ke lahan pertanian warga yang terdampak dari bencana ini,” ujarnya.
Pihaknya menambahkan, untuk dapat mengetahui hasil peninjauan dan kajian yang dilakukan tim PVMBG Bandung membutuhkan waktu sekitar dua pekan.
“Sampai saat ini, kami masih menunggu hasil dari kajian tim PVMBG Bandung. Iya, biasa hasilnya akan diketahui minimal 10 hari kerja.
Bila, hasilnya sudah diketahui, nanti kita akan melakukan rapat koordinasi kembali untuk mencari solusinya dalam meminimalisir terjadinya resiko bencana alam,” pungkasnya. (den/t)






