Penyitas Pergerakan Tanah Bakal Direlokasi ke Lahan Ini, Cek Alasannya

  • Whatsapp
MENGUNGSI : Suasana warga terdampak bencana pergerakan tanah di Kedusunan Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, saat mengungsi di tempat relokasi sementara, tepatnya di gedung SMPN 2 Gegerbitung.

GEGERBITUNG — Ratusan jiwa yang terdampak dari bencana pergerakan tanah yang menerjang wilayah Kedusunan Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, direncanakan akan direlokasi ke lokasi lebih aman. Hal itu dilakukan, mengingat tempat yang sembelumnya sudah tidak lagi memungkinkan untuk dijadikan pemukiman penduduk. Lantaran, kondisinya semakin mengkhawatirkan.

Kepala Desa Ciengang, Yudius H Bagja menjelaskan, kondisi pergerakan tanah yang melanda sejumlah perkampungan yang ada di wilayah Kedusunan Suradita, kini semakin meluas. “Seluruh warga yang berada di lokasi terdampak, kini sudah dievakukasi oleh petugas gabungan ke SMPN 2 Gegerbitung dan SDN 1 Ciengang,” kata Yudius kepada Radar Sukabumi, Jumat (22/01/2021).

Bacaan Lainnya

Saat ini, pemerintah Desa Ciengang tengah berupaya maksinal untuk mengawal proses rencana relokasi bagi ratusan warga yang terdampak dari bencana pegerakan tanah tersebut. “Kita itu memohonkan dua titik untuk dijadikan sebagai tempat relokasi warga terdampak bencana ini. Yakni, di lahan PT Perkebunan Nusantara VIII dan Perum Perhutani yang berada di wilayah Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung,” paparnya.

Dua lokasi yang rencananya akan dijadikan sebagai tempat relokasi warga terdampak dari pergerakan tanah tersebut, lokasinya berada sekitar dua kilometer dari lokasi pergerakan tanah saat ini. Sementara, untuk memastikan lahan yang akan dijadikan sebagai lokasi relokasi itu, maka dibutuhkan penelitian dari BMKG dan lembaga terkait lainnya.

“Makanya kita sekarang sedang menunggu kajian secara ilmiahnya badan geologi untuk menentukan tempat mana yang dinyatakan aman untuk dijadikan sebagai lokasi relokasi warga terdampak dari bencana alam ini,” imbuhnya.

Ketika disinggung mengenai kendala, dirinya menjawab. Bahwa, lahan yang berada dibawah naungan atau kewenangan pemerintah ini, membutuhkan waktu dan proses yang lama untuk menempuh agar terwujud lokasi tersebut dijadikan sebagai lokasi relokasi.

“Iya, karena ketika berbicara relokasi itu, ada legal standing berkaitan dengan tanah tersebut sengketa atau tidaknya,” tandasnya.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *