“Saya sendiri Encep Jaenal Mutakin hari ini viral mengaku diri saya seorang nabi. Semua itu saya bantah dan itu berita hoak, bohong. Saya sendiri gak tahu kejadiannya, tetapi saya memaafkan secara pribadi dan keluarga, namun secara hukum tetap berlanjut, karena kami sudah menguasakan kepada yang berwajib,” paparnya.
Mengenai dirinya tidak mengenakan pakaian dirinya mengaku memang dalam keseharian tidak pakai pakaianm, kecuali ada undangan untuk ceramah.
“Kalau lagi solat saya juga tutupi menggunakan sorban. Hanya saja di lokasi saya sendiri, ngajar ngaji memang saya gak pakaian. Alasannya, satu saya anak pondok dianjurkan diwajibkan untuk taat pada guru, alasannya perintah seorang guru. Untuk apa? yang saya ingat agar tau apa artinya hidup,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Desa Cipeundeuy Kecamatan Surade Bakang Anwar As’adi memebenarkan bahwa Ustaz Encep adalah warganya. Ia berharap untuk seluruh elemen masyarkat menjadikan sebuah pembelajaran terkait ini.
“Kita tidak segampang itu untuk menyikapi pemberitaan, apalagi untuk menyampaikan yang belum tentu kebenarannya. Ini menjadi sebuah contoh ketika mengeluarkan statment, ya harusnya tabayun dulu,” imbuhnya.
Ia berharap untuk masyarakat tentunya sama- sama dijadikan pembelajaran, tidak penting untuk dibesar – besarkan. “Saya atas nama pemerintah desa tentunya mengucapkan terima kasih kepada jajaan Polres Sukabumi sudah sigap untuk mengambil inisiatif yang lebih cepat untuk meredam kondusifitas di wilayah hukum Polres Sukabumi,” pungkasnya. (ris/t)






