“Kita terpantau di belakang saya, maupun di depan sekitar kurang lebih 30-40 unit mobil yang terjebak di Kampung Cimapag ini, itu ada mobil muatan sembako, muatan ayam, mobil pribadi dan kendaraan luar kota,” sambungnya.
Sejauh ini, kata Akp Arif berbagai upaya terus dilakukan personel gabungan berkoordinasi kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk membuka akses, salah satunya dengan mengirimkan alat berat.
“Insya allah kita gandeng stakeholder terkait untuk membuka akses dengan mengirimkan alat berat untuk membersihkan puing puing yang menghalangi akses jalan,” tegasnya.
“Hari ini sudah datang dua unit beko, pantauan di lapangan, sudah dapat dilihat mulai membersihkan material longsor,” tandasnya. (ndi/d)




