“Iya, itu baru mulai pembongkaran masuk Jalan Protokol depan jalur atau samping Universitas Nusaputra sampai belakang SDN Tipar. Itu pun juga baru tahap pemerataan tanah aja atau cut and fill,” jelasnya.
Lebih lanjut Asep menjelaskan, total lahan di wilayah Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat itu, ada sekitar 23 hektare yang rencananya akan dijadikan lintasan jalur Tol Bocimi Seksi 3. “Nah, untuk kegiatan cut and fill sekarang, paling baru sampai sekitar 800 meter panjangnya,” imbuhnya.
20 hekatare lahan yang akan terdampak untuk pembangunan jalan tol tersebut, ujar Asep, telah tersebar di tiga kedusunan yang ada di wilayah desa yang tengah dipimpinnnya tersebut. “Iya, itu ada di 3 kedusunan lahannya untuk dilintasi pertama akses masuk tersebut. Yakni di kedusunan Tipar, Kedusunan Cibolang dan Kedusunan Cimahi,” timpalnya.
“Kalau berapa jumlah rumah warga yang terdampak itu, harus lihat dulu buku dokumen di kantor dan harus melihat NJOP-nya,” bebernya.
Ia menambahkan, dari lahan 23 hektare ini, sebagian lahannya ada yang belum dibayarkan atau mendapatkan uang ganti rugi. “Ada sekitar 20 bidang lagi dari beberapa pemilik yang belum mendapatkan UGR. Seperti tanah milik pabrik kandang ayam ada 11 bidang, dan sisanya lahan warga yang belum dibayarkan itu,” pungkasnya. (den/d)






