CIBADAK – Asep Supratman (30), warga Kampung Bantarmuncang, RT 01/05, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak kembali berulah. Pemuda yang sudah berkeluarga ini membakar rumah keluarganya sendiri sekira pukul 10.15 WIB, kemarin. Beruntung, kendati bangunan rumah hangus sampai 95 persen, namun tidak sampai memakan korban jiwa.
Asep merupakan pemuda yang diketahui mengalami gangguan jiwa. Pada 2016 lalu, sedikitnya empat kali ia membakar rumah keluarganya sendiri. Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, terganggunya kejiwaan Asep semenjak ia sudah tidak lagi bekerja sejak enam tahun silam.
kebakaranMenurut tetangganya, Asep tidak hanya kali ini saja melakukan pembakaran rumah, sebelumnya ia pernah melakukan hal yang sama dengan membakar rumah dan kendaraan milik keluarga.
Saksi kejadian, Suprianto (32) warga setempat mengetahui peristiwa itu setelah tetangganya yang lain berteriak dan berhamburan ke luar rumah. Saat itu, ia melihat kepulan asap disertai api yang sudah mulai membesar dari rumah permanen yang diisi empat kepala keluarga itu.
“Saya ke luar rumah, api sudah mulai membesar. Saya dan juga warga lainnya langsung berusaha memadamkan amukan api. Namun karena banyak bahan yang mudah terbakar, sehingga api sulit dipadamkan dan akhirnya melahap 95 persen rumah dan isinya,” akunya kepada Radar Sukabumi.
Sementara itu, Kepala Desa Sekarwangi, Anwar Saepudin menambahkan, karena pelaku mengalami gangguan jiwa, maka pihaknya akan segera melakukan musyawarah dengan pihak keluarga Asep supaya ia mendapatkan penanganan medis.
Sementara terkait dengan rumah yang dibakar, pihaknya akan melaporkan kepada Pemkab Sukabumi supaya mendapatkan bantuan. “Ini yang sekian kalinya, kami akan kembali melakukan musyawarah. Sementara rumah yang dibakar oleh Asep sudah kami laporkan,” singkatnya.
Di tempat yang sama, Kanit Reskrim Polsek Cibadak, Iptu Madun menyatakan, dikhawatirkan melukai orang lain dan melakukan aksi yang sama, Asep terpaksa kini diamankan untuk sementara di Mapolsek Cibadak. “Kami amankan sementara, karena dikhawatirkan melukai orang lain,” singkatnya.
Pada tahun sebelumnya, di balik jeruji besi Mapolsek Cibadak, Asep mengaku bahwa ia tidak membakar rumah, melainkan membakar sampah. Tanpa penyesalan sedikit pun, ia pun meminta kepada isterinya, Eni (25) supaya segera mengeluarkannya dari ruang tahanan. “Ngaco. Saya cuma bakar sampah, bukan rumah. Saya ini masih waras,” ucap pria yang sudah dikaruniai satu anak seraya menggerutu kepada isterinya waktu itu. (Cr15/d)





