Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga menunjukkan keseriusan dalam memacu roda ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan pemuda dan perempuan, serta pengembangan UMKM melalui program Motekar. Program ini telah membantu banyak pelaku usaha kecil naik kelas dan memperluas jaringan pemasaran mereka. Di bidang infrastruktur, pembangunan jalan dan jembatan terus digenjot untuk membuka keterisolasian wilayah dan memperkuat konektivitas antarkecamatan.
Tak kalah penting, Asep menyoroti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Ia menyebut geopark tersebut bukan hanya destinasi wisata alam kelas dunia, tetapi juga aset strategis yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal jika dikelola secara berkelanjutan.
Peringatan Hari Jadi ke-155 Kabupaten Sukabumi akhirnya menjadi ruang publik yang tidak hanya menampilkan refleksi historis, tetapi juga menegaskan arah kebijakan dan visi masa depan. Gagasan pemekaran wilayah yang mengemuka dalam acara ini menandai babak baru diskusi tentang masa depan Sukabumi—sebuah daerah yang kini berada di persimpangan sejarah, antara mempertahankan kekuatan yang telah dibangun dan membuka jalan baru menuju pemerataan dan kemajuan.(rbg)






