Pelarangan Mudik, Terminal Tipe A Masih Sepi

  • Whatsapp
Kondisi Terminal Tipe A Kota Sukabumi di Jalur Lingkar Selatan saat sepi penumpang, Selasa (20/4).

SUKABUMI — Jumlah tingkat kedatangan maupun keberangkatan penumpang di Terminal Tipe A Kota Sukabumi, masih sepi. Terbukti, selama 1 sampai 19 April jumlah total kedatangan dan keberangkatan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) serta Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) hanya 5229 kendaraan dengan jumlah penumpang 12614 penumpang.

Kepala Terminal Tipe A Kota Sukabumi, Sanusi Yukky Rahmat Yunus merinci jumlah total AKAP dan AKDP kedatangan 2408 kendaraan dan 2898 penumpang. Sementara, keberangkatan terdapat sebanyak 2821 kendaraan serta 9716 penumpang.

Bacaan Lainnya

“Jumlah penumpang saat ini masih normal tidak ada peningkatan,” kata Yukky kepada Radar Sukabumi, Selasa (20/4).

Adapun jumlah kedatangan pada Maret lalu, lanjut Yuki, Bus AKAP dan AKDP terdapat 3979 kendaraan dan 5976 penumpang sedangkan jumlah keberangkatan terdapat 4500 kendaraan dengan 13219 penumpang.

“Sejak menjelang Ramadan juga jumlah penumpang tidak ada peningkatan. Terlebih setelah adanya larangan mudik dari pemerintah,” ucapnya.

Kendati demikian, sambung Yukky, pihaknya menyediakan sekitar 250 armada untuk para penumpang. Namun, saat ini armada yang aktif hanya sekitar 150 kendaraan.

“Karena adanya larangan mudik sepertinya jumlah kedatangan maupun keberangkatan penumpang tidak akan mengalami lonjakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menghimbau masyarakat agar tidak mudik lebaran.

“Kami sudah mengadakan rapat dengan para kepala daerah khususnya dengan kepada daerah setiap perbatasan karena yang namanya mudik ada kaitan dengan daerah perbatasan,” ungkap Uu kepada Radar Sukabumi usai menggelar safari Ramadan di Masjid Jamie Hayatul Uula di Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu, Selasa (20/4).

Lanjut Uu, Pemprop Jabar dipastikan ada 133 titik pos pemantauan yang akan ditempatkan disetiap jalur mudik.

“Di tempat penyekatan nanti, akan melibatkan TNI, Polri dan pemerintah daerah untuk memantau mulai jalan desa hingga jalan nasional,” paparnya.

Dengan begitu, sambung Uu, tidak akan ada masyarakat yang dapat mudik ke kampung halamannya. “Jika ada yang berkedapatan mudik akan dikembalikan ke tempat asalnya masing-masing,” tegasnya.

Uu berharap, dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini perlu adanya peran serta dari semua elemen khususnya masyarakat.

“Kami harap, masyarakat membantu soal ini, kami juga menyampaikan kepada masyarakat setelah ada libur panjang, reproduksi Covid-19 naik lagi. Sementara kita tau dampak dari Corona, pendidikan dan ekonomi sangat terdampak. Semua masyarakat diusahakan ikuti aturan masyarakat.

Ingat tidak ada aturan pemerintah kecuali untuk kemaslahatan dan tidak ada keputusan pemerintah kecuali untuk kemanfaatan, sebab itu, jangan ada sentimen negatif kepada pemerintah. Karena pemerintah sudah disumpah dalam menjalankan tupoksinya,” pungkasnya.
(bam/t)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *