“Betul, ada penambahan kasus Covid-19 kepada pelajar. Dari data Dinkes, sekarang ada 13 pelajar yang terpapar Covid-19,” kata Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi saat diwawancara sejumlah awak media, Selasa (8/2/2022).
Namun meski begitu, untuk sementara ini tidak akan menunda pembelajaran tatap muka. “Untuk PTM kita yang awalnya 100 persen kehadiran, sekarang kembali menjadi 50 persen.
Ini untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di Kota Sukabumi, khususnya dilingkungan pelajar,” tambahnya.
Sementara itu, disinggung soal evaluasi ini, dikatakan Fahmi, penanganan dan kebijakan berhubungan dengan pandemi sifatnya evaluatif. Bisa berubah dalam rentang 1 atau 2 hari saja.
“Untuk evaluasi ini sifatnya evaluatif yah. Jadi kita tidak tahu akan sampai kapan, karena terus berubah-ubah. Bisa saja hanya 1 atau 2 hari saja pandemi ini berubah,” tutupnya. (bam/wdy/t)






