Adapun faktor dari luar, menurut Agung, kebanyakan pasien yang masih berada di hari H pemilihan tidak membawa surat A5. Sehingga, kemungkinan tidak bisa memberikan hak suaranya. Agung mengaku, ini terjadi hanya di satu lokasi rumah sakit di Kota Sukabumi. Sedangkan rumah sakit yang lain, petugas TPS terdekat, melakukan pemungutan suara ke pasiennya. “Kalau yang lain seperti RS Al-Mulk, sudah terlaksana dan saya ikut berkeliling bersama petugas TPS,” pungkasnya
Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Sukabumi. KPU tak menyediakan TPS khusus di Rumah Sakit Badan Layanan Umum Daerah (RS BLUD) Palabuhanratu dan tahanan Mako Polres Sukabumi. Namun, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilihan Gubernur Jabar 2018 ini, Tim Kelomompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) terdekat melakukan jemput bola mendatangi rumah sakit.
Pantauan Radar Sukabumi, tim pemungutan yang datang ke rumah sakit ini dibagi dua. Namun lantaran minimnya fasilitas dan waktu terbatas, pemungutan pun berlangsung tidak maksimal. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) RS BLUD Palabuhanratu, Ence Sutandi menyebutkan, dari 98 pasien yang sudah didata di hari sebelumnya, yang bisa dipungut suaranya hanya beberapa orang saja.
“Satu tim yang dipungut TPS 9 saja, hanya sembilan pasien plus beberapa pegawai saja. Karena waktunya mepet, hanya setengah jam. Satu jam itu waktunya terpotong persiapan dan perjalanan. Petugas KPPS tidak diberikan waktu istirahat. Seharusnya di rumah sakit ada TPS khusus untuk pegawai dan pasien rumah sakit. Karena di rumah sakit kan keluar masuk pasien,” kata Ence kepada Radar Sukabumi di sela-sela pencoblosan, kemarin (27/6).
Ia berharap, untuk penyelenggaraan Pemilu ke depan, di rumah sakit di sediakan TPS khusus untuk pegawai dan pasien rumah sakit. Sehingga, hak pilih masyarakat yang betul-betul merasakan manfaatnya atau tidak pelayanan kesehatan bisa menentukan pilihan pemimpinnya. Sebelumnya, Ketua PPK Palabuhanratu, Asep Fitriyadi menyebutkan, hak pilih di rumah sakit yang sudah terdata dihari sebelumnya ada 98 orang.



