BERITA UTAMAPolitik Kabupaten Sukabumi

Parpol Mulai Susun Strategi

×

Parpol Mulai Susun Strategi

Sebarkan artikel ini

Menurutnya, komunikasi semacam itu sangat lumrah dilakukan. Baik oleh parpol mantan pengusung pertahana saat ini ataupun oleh parpol oposisi. Bahkan secara jelas dalam setiap komunikasi politik para parpol ini, selalu memunculkan gerakan Tagar 2020 Ganti Bupati. Maksudnya dari gerakan ini adalah untuk membawa Kabupaten Sukabumi kedepan lebih baik lagi, namun meski begitu tensi politik masih saja bisa berubah.

Pasalnya, komunikasi yang dilakukan oleh para parpol ini belum secara mengkrucut untuk mengusung siapa-siapanya.

Bank bjb Tandamata

“Kan begini, yang ramai sekarang Pak Marwan Hamami dua periode. Sangat lumrah jika ada yang ingin pilihan lain di Pilkada nanti. Nama Pak Adjo (wakil bupati red) masih mungkin bisa kembali menjadi wakil atau bisa menjadi F1 (Calon Bupati). Dan bisa sebaliknya menjadi lawan pak Bupati. Ada juga nama Sekda Iyos yang mulai ramai diperbincangkan, bisa jadi dengan pak marwan ataupun bisa dengan Pak Ajdo, tapi kan kalau parpol yang sudah melakukan komunikasi itu, sepakat untuk memilih bupati baru, “terangnya.

Kenapa muncul gerakan tersebut, karena mungkin ada harapan yang lebih besar dari sebagian dari masyarakat. Gerakan ini, bukanlah tentunya bukan gerakan persoalan, tapi dari sejumlah element masyarakat. Karena menurut para parpol yang berkumpul ini, pemerintahan bupati saat ini praktiknya tidak terlalu sesuai dengan visi dan misi. Banyak program yang dilakukan serba dadakan. Banyak pembangunan yang diklaim jauh seperti yang diharapkan.

“Konstalasi pilkada ini kencang di media sosial (medsos). Masyarakat kaum politikus sudah akrab dengan medsos, bahkan kabar ini muncul secara sepihak dari mulut ke mulut, “terangnya.

Dirinya melanjutkan, jika bupati baik di mata masyarakatnya kenapa tidak baik di mata partainya. Kalau ditanya sosok yang sudah muncul ke permukaan, baru ada beberapa nama saja, mulai dari pak Marwan, Adjo, Iyos saja, Kalau nama-nama seperti Reni Marlinawati, Anggota DPR RI dari PPP, dirinya melihatnya masih jauh, meski ada kemungkinannya.

Sama seperti nama ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Yudha Sukmanegara, kemungkinan dirinya tidak akan melakukan blunder dengan akan berjuang kembali menjadi F1 atau F2.
“Begini, kalau melihat konstalasi dan figur-figur yang muncul saat ini, ada kemungkinan pilkada 2020 dengan dua pasangan, namun saya pastikan pilkada tidak ada efek pilpres. (hnd)