Menurut Eri, peran serta masyarakat sangat penting agar wilayah Kecamatan Gunungguruh terbebas dari ancaman DBD. Untuk itu, pihaknya selalu sosialisasi kepada masyarakat soal menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah dan lingkungan masing-masing.
“Tidak mudah melakukan perubahan tanpa dukungan dan kesadaran dari semua pihak, khususnya warga,” paparnya.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, program kader Jumantik sangat penting dilakukan, mengingat kondisi cuaca yang terjadi saat ini yang memungkinkan berkembang-biaknya nyamuk Aedes Aegypti dan menjadi penyebab penyakit DBD.
“Cara terbaiknya adalah rajin membersihkan rumah dari sarang nyamuk yang dilakukan jumantik. Langkah ini sangat mudah untuk melakukan pemberantasan DBD, apalagi bila dibarengi dengan pelaksanaan PSN,” imbuhnya.
Selain itu, bila dilanjutkan dengan masyarakat mulai menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah dan lingkungannya, pasti rumah dan lingkungan mereka menjadi asri, indah dan nyaman.
“DBD harus diberantas karena membahayakan kesehatan dan juga keselamatan warga. Untuk itu, semua pihak terlibat dalam upaya pencegahan ini. Sehingga wilayah Kecamatan Gunungguruh dapat terbebas dari penyebaran penyakit DBD,” pungkasnya. (den/d)






