Dihubungi terpisah, Ketua Bidang Humas KONI Kota Sukabumi, Aldo Andreas mengaku sudah menyatakan dan melayangkan surat pengungduruan diri dari kepengurusan KONI Kota Sukabumi, terhitung sejak 18 Januari 2019 lalu.
Ia mengungkapkan, alasan dibalik pengunduran dirinya ini lantaran ingin berkonsentrasi untuk maju dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 pada April mendatang. Selain itu, juga kurang sepahamnya terkait keputusan KONI yang memutuskan untuk menyelenggarakan musyawarah olahraga kota (Musyorkot) yang digelar pada 26 Januari 2019 mendatang.
“Saya sedang konsentrasi untuk Pileg, persiapan apalagi persiapan sudah 70 persen. Alasan lainnya, saya kurang sepaham dengan hasil pertemuan para pengurus KONI Kota Sukabumi dengan sejumlah perwakilan cabang olahraga (cabor) di ruang pertemuan Pemerintah Kota Sukabumi, Kamis (17/1) lalu,” ungkapnya.
Ia menilai, seharusnya musyorkot digelar pada 26 April 2019 mendatang, dengan alasan bahwa hal tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Perpanjangan kepengurusan. Ia pun mengkritisi bahwa, orang-orang yang mengurus kepengurusan di dalam tubuh KONI adalah orang yang memang mengerti tentang dunia olahraga.
“Harus orang olahraga, minimal ketua KONI itu yang ngerti olahraga, atau ketua pengcab. Terakhir pak Tatang juga sebagai ketua, dia juga ngerti olahraga sebenarnya, ya intinya saya kurang sepaham aja dan alasan utama saya mundur dari KONI adalah karena fokus ke pileg, udah itu aja,” kilahnya.
(why)






