Mudik Sukabumi ‘Tikus’ pun Susah Lewat

  • Whatsapp
Mudik

Sementera itu, ribuan kendaraan yang hendak masuk ke Kabupaten Sukabumi berhasil diputar balikkan oleh tim gabungan di setiap pos penyekatan.

“Jumlah kendaraan yang sudah diputar balik sampai hari ini (Senin, 10 Mei 2021) sebanyak 1.236 kendaraan. Dengan rincian, 1.212 kendaraan roda empat dan enam, serta 24 kendaraan roda dua atau motor,” ujar Kasatlantas Polres Sukabumi AKP Riki Fahmi Mubarok kepada Radar Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Fahmi menegaskan, sampai saat ini kondisi di setiap pos penyekatan yang dilakukan di jalur perbatasan Sukabumi seperti perbatasan Bogor, Sukabumi Kota, Provinsi Banten dan Cikembang aman dan terkendali.

“Dalam satu hari tugas di pos penyekatan, dibagi menjadi dua regu piket. Setiap regu melaksanakan penjagaan selama 12 jam, sehingga kelelahan anggota dapat diminimalisir agar penyekatan dilakukan secara lebih intensif,” paparnya.

Sementara itu, sepanjang penyekatan dibeberapa titik wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, terdapat 524 pengendara yang harus rela diputar balik oleh petugas. Dari awal giat penyekatan di Sukalarang, Dekranasda Cisaat dan Jubleg petugas berhasil menghalau 438 kendaraan roda empat dan 86 kendaraan roda dua yang berkedapatan hendak mudik.

“Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dengan memutar balik kendaraan tersebut,” kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni.

Mayoritas, lanjut Sumarni, para pengendara yang membandel ini berasal dari Bandung, Tangerang, Jakarta dan beberapa kota lain. “Kami membentuk delapan pos pengamanan di empat titik penyekatan dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2021 yang bakal berlangsung pada 6 sampai 17 Mei mendatang,” imbuhnya.

Selain pos pengamanan, juga terdapat pos terpadu di Bundaran Adipura dan dua pos pelayanan wisata di Situ Gunung dan Selabintana. “Empat lokasi penyekatan ini yakni, di daerah Sukalarang, Dekranasda Cisaat, Terminal Jubleg dan daerah Panggleseran,” paparnya.

Apabila ada masyarakat yang membandel melakukan mudik lebaran, sambung Sumarni, sanksinya akan dikarantina di satu lokasi yang sudah disiapkan. “Kami tetap melakukan imbauan secara persusasif, menegur, mendisiplinkan. Kami menyiapkan sanksi secara lisan maupun sanksi tertulis secara administratif lainnya,” pungkasnya. (den/cr1/bam/e)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *